Seberapa waktu yang bisa kita habiskan untuk bersama ?
Berawal, dari ketidaksengajaan menjadi cinta. Iya itu kita sayang, aku dan kamu.
Mungkin ini rencana Tuhan, kita dipertemukan disela sela waktu yang tak pernah terduga. Disaat aku rapuh dan merasa sakit, kamu datang menjadi sesosok sahabat. Yang tak pernah sedikitpun terlintas dipikiranku bahwa kamu dan aku memiliki rasa yang sama. Sekali lagi aku katakan bukan kita yang menginginkannya.
Berdua, kita memulai sebuah hubungan yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Kamu mengenalku dengan gadis polos yang kekanak kanakan, aku tau itu dari caramu memperlakukan aku. Begitupula dengan aku yang mengenalmu sebagai sosok yang cukup dewasa. Selisih usia kita tidak jauh berbeda, tapi sikapmu mampu menunjukan seberapa dewasa dirimu. Aku yang sering ngambek, kamu selalu tersenyum dan tak jarang kamu senang memegang rambutku, yang (jujur) membuatku merasa nyaman. Setiap ada permasalahanpun aku sering meminta putus, tapi kamu selalu berkata iya, karena kamu tau bahwa aku sesosok anak polos yang masih labil. Aku merasa nyaman. Aku merasa bahagia. Yaps, intinya aku merasa kamulah sosok yang aku cari.
Bertiga, ini adalah hal yang paling aku benci, kenapa ? karena sekarang kita tidak berdua lagi, tapi kita bertiga, yaps jaraklah yang menjadi orang ketiga. Awalnya aku berfikir bahwa jarak bisa semakin membuat kita kuat, membuat kita semakin sayang. TAPI, inilah dunia, apa yang kita fikirkan gak selamanya menjadi kenyataan. Semua berbalik, kita lebih sering berantem, sering egois. Sampai pada akhirnya kita menyerah, yaps harus aku akui jarak memang luar biasa. Tapi inilah jalan Tuhan. Aku percaya Tuhan lebih dan sangat tau jalan hidup kita. Yang pasti selalu ada doa untukmu. Terimakasih sempat memberi coretan indah yang luar biasa, hingga aku sulit menghapusnya.
Jakarta - Malang
Desember 2014 - Agustus 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar